468x60 Ads

Jumat, 15 Januari 2016

Mengenal Macam Dan Jenis-Jenis Kain

senin, 12 januari 2015

KURTILAS (KURIKULUM 2013)

Kerajinan
Mengenal Macam Dan Jenis-Jenis Kain

Kita semua tentu sudah mengetahui apa itu kain. Namun, tidak semua orang memahami tentang macam kain serta jenis-jenis kain. Setiap kita membeli baju terkadang hanya melihat bentuk warna serta label harganya saja. Jika cocok dan kita suka langsung kita ambil tanpa berpikir bahan kain apa yang digunakan untuk baju tersebut.


Terkadang untuk kondisi dan cuaca tertentu jenis kain akan mempengaruhi penampilan seseorang. Di cuaca yang sangat panas seseorang akan kelihatan aneh jika memakai pakaian yang berbahan dasar kain wools, atau jenis kain yang berat dan tebal. Dan begitu juga sebaliknya.

Karena itulah penting kita mengetahui macam dan jenis-jenis kain secara lengkap yang ada di pasaran.
Selain fungsinya sebagai bahan pakaian, kain juga menjadi salah satu bahan dasar kerajinan yang paling banyak dipakai.  Jenis kerajinan ini misalnya seni kerajinan aksesoris bando batik, anting pita batik dan sebagainya.

Jenis-jenis kain terbilang sangat banyak sekali. Namun, secara umum dapat di kelompokkan menjadi beberapa jenis seperti yang belajar kreatif uraikan dibawah ini.

  • Kain Blacu adalah jenis kain yang terbuat dari bahan dasar kapas. Kain ini sangat fleksibel sehingga sangat mudah dibentuk menjadi aneka bentuk kreasi serta ditambahkan hiasan apapun. Kain satu ini juga merupakan jenis kain ramah lingkungan karena bahan dasarnya yang alami. Kain blacu dapat ditemukan dengan mudah, salah satunya digunakan sebagai pembungkus tepung terigu.
  • Kain Wools merupakan salah satu jenis kain yang cukup berat dan biasa digunakan sebagai bahan dasar pakaian hangat atau sweater
          .
           Jika dirawat dengan benar, kain wools memiliki keunggulan tertentu, yaitu lebih awet.
    • Kain Katun merupakan salah satu jenis kain hasil rajutan (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE.Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu. Bahan katun combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami. Bahan combed berkarakteristik memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di Negara tropis seperti Indonesia. Kain Combed memiliki serat benang yang lebih halus dan rata sehingga penampilannya akan menjadi lebih halus , rata dan rapih. Ada beberapa jenis kain combed yang ada di pasaran. Hal ini dibedakan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasinya (gr/m2). Bahan Katun lainnya adalah katun Caded dimana pada katun caded serat benangnya kurang halus dan rajutannya pun kurang rata.

    • Keunggulan:
      1. Tidak kisut apabila dicuci
      2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
      3. Mudah disablon
      4. Menyerap keringat.
      5. Tidak berbulu
      • Katun Kombed (Combed Cotton)
      Adalah jenis kain katun yang diproduksi dengan finishing disisir (combed) dengan tujuan agar serat-serat kapas halus dapat dipisahkansehingga kain yang dihasilkan lebih halus dan tidak berbulu. Kain katunkombed tersedia dalam dua ukuran yaitu 20s dan 30s.
      Kain jenis ini biasa digunakan untuk bahan kaos distro-distro bandung.
      Katun Kombed 20s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 20s. Katun Kombed 30s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 30s. Kain katun kombed 20s lebih tebal daripada 30s. Sehingga kain katun 30s lebih lemes daripada kain katun 20s.
      • Katun Karded
      Berbeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapatserat-serat kapas halus yang tersisa. Tetapi meskipun begitu kain katunkarded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed.

      Pada kain katun karded hanya terdapat ukuran 20s.
      Perbedaan antara kain katun kombed dan karded yang ada di pasaran adalah kain katun kombed lebih tebal daripada kain katun karded.
    • Kain PE merupakan kain yang memiliki kesamaan dengan kain katun. Namun, dari segi kualitas, jenis kain ini masih satu tingkat dibawah kain katun. Bahan dasar kain PE adalah benang polyester. 
    • Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun.Bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE jugatersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike.Untuk kain kaos yang berbahan dasar PE bentuk dan teksturnya hampirmirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (cotton). Cara mudahmembedakannya adalah kain PE apabila dibakar maka baunya sepertiplastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.
    • Keunggulan:Murah
    • Kelemahan:

       
    1. Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur.
    2. Pada jenis PE untuk bahan sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.

    • Kain Akrilit, Bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan light weight wools
                  
    • Light weight wools, Di kepala Anda, kain wol mungkin langsung identik dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).
    • Kain Chiffon merupakan jenis kain yang sangat ringan. Bahan dasar kain chiffon adalah katun, sutera, atau fiber sintetis.
              
    • Kain Ceruti merupakan salah satu jenis kain yang mirip dengan chiffon dengan cirri khas keduanya yang sama-sama tipis. Kain ceruti lebih sering digunakan sebagai bahan jilbab atau hijab.
    • Kain Flannel merupakan salah satu jenis kain yang dibuat dari bahan dasar serat wol, tanpa ditenun. Kain ini memiliki tekstur yang agak tebal, namun sangat lembut dan lentur sehingga mudah dibentuk apa saja
              .
    • Kain Satin merupakan jenis kain yang memiliki permukaan mengkilap serta licin, namun bagian belakangnya suram.
             
    • Kain Rayon. Dalam industry tekstil, kain satu ini dikenal dengan sebutan rayon viskosa atau sutra buatan. Rayon merupakan jenis kain yang biasanya tampak berkilau dan tidak mudah kusut. Khusus di Indonesia, kain rayon merupakan bahan baku untuk industry kain baju batik.
              
    • Kain Sutra merupakan jenis bahan yang sangat ringan dan memiliki tekstur yang sangat lembut sehingga harus berhati-hati dalam penjahitan maupun perawatan lain, misalnya pencucian dan penyetrikaan
                   .
    • Kain Denin merupakan kain tekstur kasar dan memiliki cirri khas tertentu,Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang dan "belel".
    • Kain Lycra/Viscose. Bahan  merupakan bahan yang sering dipergunakan dalam pakaian-pakaian model busana pesta, casual wear, lingerie, underwear, sampai jaket sebab halus dan licin serta lentur. Bahan ini terbuat dari serat kayu (Eucalyptus-sejenis pohon pinus). 
              Ciri2 viscose :
    1. Terasa lembut dan dingin di kulit;
    2. Bahannya jatuh, tidak kaku dan warnanya mengkilat;
    3. Menyerap keringat;
    4. Bahan/ pakaian akan rusak apabila direndam dengan diterjen lebih dari 1 jam;
    5. Bisa dicuci atau di dry clean.

    • SpandexJenis kain spandex muncul sejak jaman perang dunia ke-II, saat itu para ilmuwan mengembangkan bahan alternatif pengganti karet seperti polyurethane dan nylon. Pada tahun 1962 Dupont berhasil membuat jenis kain yang lebih ringan, elastis dan fleksibel yang diberi nama Lycra yang saat ini populer dengan nama Spandex.Katun spandex adalah jenis kain katun yang terdiri dari campuran bahan kain katun atau kapas dengan polyurethane.
    • Ciri-ciri kain spandex yang paling menonjol adalah sifatnya yang lebih elastis. Kain spandex biasanya lebih tipis tetapi lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan kain katun biasa. Semakin tinggi persentase spandex (polyurethane) maka pakaian jenis ini akan semakin ketat. Sehingga kain spandex ini cocok untuk pakaian olahraga seperti, pakaian renang, pakaian untuk olahraga sepeda dan kostum tari. Tidak jarang jenis kain spandex juga digunakan sebagai bahan pakaian dalam seperti kaos, bra, kaus kaki dan legging.Keuntungan kaos dengan bahan spandex adalah dapat dipakai dalam berbagai situasi, terlebih untuk orang yang banyak bergerak. Karena kain kaos spandex nyaman dipakai meskipun kita aktif bergerak. Kebebasan dalam bergerak ini sering tidak didapati ketika kita memakai pakaian dari bahan denim atau kulit. Selain itu kaos spandex bisa lebih bisa mempertahankan bentuk aslinya sehingga lebih tahan lama dibandingkan kain lainnya. 
    • CashmereBahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.
            
       
    • JerseyUntuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak dilihat. Bahan ini biasanya dipakai pada seragam bola.
    • Sifon,Jenis kain ini terbuat dari bahan dasar kapas, sutra dan serat sintetis.  Jenis kain ini memiliki sifat tipis, licin dan panas ketika digunakan untuk bahan kerudung jika tidak ada kombinasi lain dalam desain kerudung itu sendiri, biasanya kain jenis ini dalam pemakaian nya di ikuti oleh ciput dari bahan kaos. Meskipun demikian bahan kain  ini cukup banyak di gemari oleh kaum hawa karena sifatnya yang ringan dan nge-flow. Kain sifon juga mempunyai banyak jenis diantaranya sifon polos (yang biasanya terbuat dari bahan polyster /minyak bumi) dan jenis sifon cerutti (dari bahan sutra). Bahan kain ini selain di gunakan untuk bahan kerudung, kain ini juga di gunakan untuk bahan dasar membuat pakaian wanita.  Bahan ini paling sering dipergunakan untuk membuat kerudung.
    Selain jenis-jenis kain diatas, masih banyak lagi macam dan jenis kain lainya yang ada. Namun, secara umum jenis diatas sudah mewakili 

    Pelanggaran Etika dalam penggunaan internet

    Pelanggaran Etika dalam penggunaan internet

    Seperti halnya etika dalam kehidupan bermasyarakat, sanksi yang diperoleh terhadap suatu pelanggaran adalah sanksi sosial. Sanksi sosial bisa saja berupa teguran atau bahkan dikucilkan dari kehidupan bermasyarakat.
    Demikian juga dengan pelanggaran etika berinternet. Sanksi yang akan diterima jika melanggar etika atau norma-norma yang berlaku adalah dikucilkan dari kehidupan berkomunikasi berinternet. Seperti apabila kita memiliki akun di sebuah forum, ketika kita melakukan pelanggaran baik menerbitkan tulisan yang berbau SARA, pornografi, ataupun menjelek-jelekan orang atau kelompok lain maka akun kita dapat di nonaktifkan atau di banned dari forum tersebut.
    Bentuk-bentuk Pelanggaran Etika atau Kejahatan Internet
    1.        CARDING
    Carding adalah berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah “carder”. Sebutan lain untuk kejahatan jenis ini adalah cyberfroud alias penipuan di dunia maya. Menurut riset Clear Commerce Inc, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Texas – AS , Indonesia memiliki “carder” terbanyak kedua di dunia setelah Ukrania. Sebanyak 20 persen transaksi melalui internet dari Indonesia adalah hasil carding. Akibatnya, banyak situs belanja online yang memblokir IP atau internet protocol (alamat komputer internet) asal Indonesia. Kalau kita belanja online, formulir pembelian online shop tidak mencantumkan nama negara Indonesia. Artinya konsumen Indonesia tidak diperbolehkan belanja di situs itu.
    Untung saja sekarang UU ITE sudah berlaku, dan UU ITE yang membahas tentang carding ini tertulis dan diatur Dalam Bab VII Tentang Perbuatan Yang Dilarang, pasal 31, ayat 2. Sedangkan sanksi perbuatan carding diatur dalam pasal 47. Berikut kutipan pasal 31 ayat 2 RUU ITE :Setiap orang dilarang: “Menggunakan dan atau mengakses dengan cara apapun kartu kredit atau kartu pembayaran milik orang lain secara tanpa hak dalam transaksi elektronik untuk memperoleh keuntungan”.

    Untuk sanksinya diatur dalam pasal 47, sebagai berikut :
    “Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (1), Pasal 31 ayat (2), Pasal 32, atau Pasal 33 ayat (1), pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan atau denda paling banyak Rp.2.000.000.000.,- (dua milyar rupiah).”

    2.        HACKING
    Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang atau pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanannya. “Hacker” memiliki wajah ganda; ada yang budiman ada yang pencoleng. “Hacker” budiman memberi tahu kepada programer yang komputernya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat, sehingga bisa “bocor”, agar segera diperbaiki. Sedangkan, hacker pencoleng, menerobos program orang lain untuk merusak dan mencuri datanya.
    3.        CRACKING
    Cracking adalah hacking untuk tujuan jahat. Sebutan untuk “cracker” adalah “hacker” bertopi hitam (black hat hacker). Berbeda dengan “carder” yang hanya mengintip kartu kredit, “cracker” mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri. Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, “hacker” lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan “cracker” lebih fokus untuk menikmati hasilnya. Kasus kemarin, FBI bekerja sama dengan polisi Belanda dan polisi Australia menangkap seorang cracker remaja yang telah menerobos 50 ribu komputer dan mengintip 1,3 juta rekening berbagai bank di dunia. Dengan aksinya, “cracker” bernama Owen Thor Walker itu telah meraup uang sebanyak Rp 1,8 triliun. “Cracker” 18 tahun yang masih duduk di bangku SMA itu tertangkap setelah aktivitas kriminalnya di dunia maya diselidiki sejak 2006.
    4.        DEFACING
    Defacing adalah kegiatan mengubah halaman situs atau website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI baru-baru ini dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.
    5.        PHISING
    Phising adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.
    6.        SPAMMING
    Spamming adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan “netters” untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil. Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rector universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu hingga Rp1 miliar dalam karena spaming seperti ini.
    7.        MALWARE
    Malware adalah program komputer yang mencari kelemahan dari suatu software. Umumnya malware diciptakan untuk membobol atau merusak suatu software atau operating system. Malware terdiri dari berbagai macam, yaitu: virus, worm, trojan horse, adware, browser hijacker, dll. Di pasaran alat-alat komputer dan toko perangkat lunak (software) memang telah tersedia antispam dan anti virus, dan anti malware. Meski demikian, bagi yang tak waspadai selalu ada yang kena. Karena pembuat virus dan malware umumnya terus kreatif dan produktif dalam membuat program untuk mengerjai korban-korbannya.

    sumber: http://bebasetikaberinternet.blogspot.co.id/2011/12/pelanggaran-etika-dalam-penggunaan.html

    Senin, 11 Januari 2016

    Makanan Khas Daerah di 33 Propinsi di Indonesia

    Makanan Khas Indonesia - Indonesia, negara yang besar dan kaya. Dari Ujung timur terluar hingga ujung barat banyak sekali keragaman yang membuat negeri ini sungguh kaya, salah satunya adalah makanan. Hampir di setiap tempat, dapat ditemukan makanan khas yang memang berasal dari tempat tersebut. Berbagai macam hasil bumi yang berbeda di tiap tempat menjadikan semakin bervariasi jenis makanan khas yang ada.

    Berikut berbagai makanan khas dari seluruh daerah di Indonesia yang pengolahannya menggunakan bahan, dan bumbu beserta teknik-teknik khusus sehingga punya cita rasa yang nikmat.

    1. Mie Aceh
    Mie aceh merupakan masakan yang terbuat dari mie kuning tebal dengan bumbu pedas yang berasal dari Aceh. Mie aceh akan semakin lezat dengan tambahan irisan daging sapi, ayam, atau udang. Mie aceh biasanya dapat disajikan dalam mie goreng dan juga mie berkuah dengan kuah sup kari yang gurih dan kaya akan rempah. Sebagai pelengkap bisa ditaburkan bawang goreng, emping melinjo, dan irisan mentimun.
    Makanan Khas Indonesia


    2. Bika Ambon
    Bika ambon adalah sejenis jajanan manis yang berasal dari Sumatera utara. Bika ambon terbuat dari bahan-bahan seperti tepung sagu, gula, susu, santan, daun pandan, serai, dan daun jeruk. Walaupun namanya Bika Ambon, jajanan ini justru terkenal sebagai makanan khas sumatera utara yang sering dicari sebagai oleh-oleh para wisatawan. Rasa bika ambon yang manis dan legit memang banyak sekali disukai, apalagi sekarang varian rasa bika ambon juga semakin berkembang seperti : rasa durian, keju, cokelat, dll.



    3. Rendang
    Rendang adalah ssalah satu warisan kuliner dari daerah Sumatera Barat(Padang) yang masuk kedalam daftar masakan paling lezat di dunia versi CNN. Terbuat dari daging sapi yang dimasak dengan bumbu rempah lengkap, rasa rendang mampu memukau penikmat kuliner dari seluruh penjuru tanah air dan bahkan hingga ke luar negari.
    Makanan Khas Indonesia Rendang


    4. Gulai Ikan Patin.
    Gulai ikan Patin merupakan makanan khas dari Jambi. Gulai ikan patin dimasak menggunakan tempoyak atau durian fermentasi. Namun bisa juga dimasak dengan santan kelapa karena tempoyak memiliki aroma yang sangat tajam. Bumbu-bumbu lainyang digunakan antara lain cabe merah, lengkuas, serai, kunyit, bawang merah dan bawang putih.
    Makanan Khas Indonesia Gulai ikan patin


    5. Pendap
    Pendap merupakan makanan khas dari Bengkulu.
    pendap Makanan Khas Indonesia


    6. Gulai Belacan
    Gulai Belacan asli Riau terbuat dari campuran belacan dan terasi sebagai kuahnya. Sedangkan bahan utamanya bisa digunakan udang atau pun ikan.
    Makanan Khas Indonesia gulai belacan


    7. Otak-otak
    Otak-otak merupakan panganan yang berasal dari kepulauan riau. Otak-otak terbuat dari ikan atau cumi-cumi. Dibungkus dengan daun kelapa, otak-otak kemudian dibakar sebelum siap disantap.
    Makanan Khas Indonesia


    8. Pempek
    Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas yang berasal dari Sumatera Selatan. Pempek palembang terbuat dari ikan dan tepung sagu. Makanan ini banyak digemari karena rasanya yang gurih dan kuahnya yang pedas, asam, dan manis. Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Cuko dapat melindungi gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin). Karena dalam satu liter larutan kuah pempek biasanya terdapat 9-13 ppm fluor. satu pelengkap dalam menyantap makanan berasa khas ini adalah irisan dadu timun segar dan mie kuning.
    pempek Makanan Khas Indonesia


    9. Mie Bangka
    Mie atau mi Bangka adalah makanan khas  pulau bangka, Bahan bahan untuk membuat mie bangka antara lain: mie, ikan, udang, cumi, atau kepiting. dan seringkali ditambahi dengan toge atau kecambah, mentimun atau timun, dan kerupuk, lezat bila dihidangkan waktu masih panas, dan ditambahi rasa pedas dari cabe.



    10. Seruit
    Seruit adalah makanan khas Lampung yang terbuat dari ikan yang diolah dengan terasi, tempoyak, mangga. Ikan yang biasa digunakan antara lain: ikan belide, baung, layis, dll. Seruit biasanya dihidangkan bersama dengan lalapan dan minuman yang disebut serbat (jus buah mangga kweni).
    Makanan Khas Indonesia

    11. Sate Bandeng
    Sate bandeng adalah makanan khas dari Banten
    Makanan Khas Indonesia


    12. Kerak Telor
    Kerak telor merupakan makanan khas berupa jajanan yang berasal dari Betawi. Kerak telor terbuat dari beras ketan yan dimasak diatas wajan kemudian ditambahkan telor bebek/ayam serta bumbu dan bahan pelengkap lain seperti( bawang goreng, serundeng, dan udang). Kerak telor rasanya gurih karena terdapat bawang goreng dan tellur, sedikit manis karena ada serungdeng, dan mengenyangkan karena bahan dasarnya berupa beras ketan. Kerak telor banyak dijumpai di acara kebudayaan di Jakarta.
    Makanan Khas Indonesia


    13. Surabi
    Surabi adalah salah satu jajanan dari Bandung. Makanan ini sangat digemari karena variasi rasa yang semakin banyak. Surabi bisa ditambah banyak toping sesuai selera seperti coklat keju, atau mayonaise.



    14. Lumpia Basah
    Lumpia adalah makanan khas dari Semarang, Jawa Tengah. Lumpia terdiri dari kulit dan isian berupa rebung, telur, daging atau ayam atau udang. Makanan ini sebenarnya berasal dari tionghoa yang telah dimodifikasi sehingga bercita-rasa Indonesia.
    Makanan Khas Indonesia


    15. Gudeg
    Makanan Khas Jogja ini begitu kental dengan rasa manis masakan jawa. Gudeng terbuat dari bahan utama nangka mudayang dimasak dengan santan. Dibutuhkan waktu beberapa jam untuk memasak gudeg hingga masak. Warna cokelat biasanya dihasilkan dari daun jati. Gudeg akan semakin nikmat jika disajikan dengan santan kental(areh), telur, ayam, daging, dll sesuai selera.
    Makanan Khas Indonesia


    16. Rujak Cingur
    Rujak Cingur merupakan makanan khas dari Jawa Timur. Kata cingur berarti mulut. Cingur yang ditambahkan kedalam makanan ini adalah irisan cingur sapi yang telah direbus hingga lunak. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur),mangga muda, bengkoang, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tempe,  tahu, bendoyo dan cingur serta sayuran-sayuran seperti  kangkung, kecambah/tauge, dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan bumbu/saus  yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan, gula/gula merah, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, cabai, garam dan irisan tipis-tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua bumbu/saus dicampur dengan cara diuleg, itu sebabnya rujak cingur juga sering dinamakan rujak uleg.
    rujak cingur Makanan Khas Indonesia


    17. Ayam Betutu
    Ayam Betutu merupakan makanan khas dari Bali. Satu ekor ayam utuh diisi dengan bumbu kemudian dipanggang di atas api sekam. Selain sebagai hidangan masyarakat, ayam betutu juga banyak diminati oleh para wisatan lokal maupun mancanegara.
    ayam betutu Makanan Khas Indonesia


    18. Ayam Taliwang
    Ayam Taliwang merupakan makanan khas dari  Lombok, Nusa Tenggara Barat yang berbahan utama ayam yang disajikan bersama bumbu-bumbunya berupa cabai merah kering, bawang putih, bawang merah, tomat merah,  kencur, terasi goreng, garam, dan gula Jawa,. Biasanya disajikan bersama makanan khas Lombok lainnya seperti Plecing kangkung.
    Makanan Khas Indonesia


    19. Catemak Jagung
    Catemak jagung merupakan makanan khas Nusa Tenggara Timur. Jenis makanan penutup ini terbuat dari jagung, kacang hijau, dan labu lilin yang dimasak dengan bumbu masak penyedap rasa. Tidak seperti warnanya yang manis seperti kolak, catemak rasanya asin.
    Makanan Khas Indonesia


    20. Bubur Pedas
    Di daerah Sambas, Kalimantan Barat, terdapat makanan khas berupa bubur yang dinamakan bubur pedas. Berbeda dari namanya Bubur pedas sama sekali tidak ada komponen cabai sama sekali. Bubur ini terbuat dari campuran sayur mayur yang akan mudah diterima lihat yang tidak suka rasa pedas.
    Makanan Khas Indonesia


    21. Soto Banjar
    Soto Banjar adalah soto khas Banjar, Kalimantan Selatan. Soto ini menggunakan ayam sebagai bahan utama serta rempah-rempah antara lain: kayu manis, biji pala, dan cengkeh.
    Makanan Khas Indonesia


    22. Juhu Singkah
    Juhu singkah merupakan makanan khas masyarakat Dayak, Kalimantan Tengah. Makanan ini bisa dijumpai di Kota Palangkaraya, Kalteng. Makanan yang terbuat dari bahan utama umbut rotan ini lebih nikmat jika dipadukan dengan ikan betok. Umbut rotan bisa didapat dengan mencarinya di sekitar hutan tempat masyarakat tinggal.
    Makanan Khas Indonesia Juhu Singkah


    23. Ayam Cincane
    Ayam Cincane merupakan makanan khas dari kota Samarinda. Makanan ini biasa dihidangkan dalam acara pernikahan dan acara penyambutan tamu kehormatan. Jika anda sedang berkunjung kedaerah Samarinda, anda bisa mencari Ayam Cincane di beberapa kedai/rumah makan di sana.
    Makanan Khas Indonesia


    24. Sup Konro
    Sup Konro merupakan makanan khas dari Makasar. Sup Konro terbuat dari daging atau iga sapi. Warna kecoklatan makanan ini dihasilkan dari kluwek. Makanan ini biasa dinikmati bersama ketupat yang dipotong kecil-kecil.
    Sup Konro Makanan Khas Indonesia


    25. Sup Ikan Jantung Pisang
    Sup Ikan Jantung pisang yang memiliki cita rasa pedas, asam, dan segar terbuat dari bahan utama ikan kakap. Makanan ini berasal dari Sulawesi Tengah, tepatnya daerah Palu.

    Makanan Khas Indonesia

    26. Lapa-lapa
    Lapa-lapa adalah makanan khas dari Sulawesi Tenggara. Lapa-lapa terbuat dari beras yang dimasak dengan santan sehingga rasanya sangat gurih. Pertama beras dimasak setengah matang kemudian baru dibungkus dengan daun kelapa. Selanjutnya Lapa-lapa dikukus kembali. Makanan ini akan semakin nikmat jika dimakan bersama kaholeonarore(ikan asin).
    Makanan Khas Indonesia


    27. Binte Biluhuta
    BInte Biluhuta merupakan makanan khas gorontalo. Makanan ini terbuat dari jagung manis, udang, kelapa setengah tua, belimbing sayur, daun bawang, daun kemangi, bawang merah, jeruk nipis.

    Makanan Khas Indonesia

    28. Tinutuan
    Tinutuan atau Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado,Sulawesi Utara. Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa,Sulawesi Utara. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antar kelompok masyarakat di Manado. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya.
    Makanan Khas Indonesia


    29. Ikan Asar
    Ikan asar adalah ikan cakalang atau tongkol yang dipanggang dengan asap. Biasanya panganan ini dijajakan di pinggir jalan ataupun di pasar-pasar Kota Ambon dan banyak pada sore hari.



    30. Gohu Ikan
    Gohu ikan adalah Salah satu masakan khas Ternate. Penyebutannya harus lengkap: gohu ikan. Soalnya, kalau hanya disebut gohu, maka artinya adalah rujak pepaya muda yang juga populer di Sulawesi Utara. Gohu ikan khas Ternate dibuat dari ikan tuna mentah. Tidak heran bila banyak orang menyebutnya sebagai sashimi Ternate.
    Makanan Khas Indonesia


    31. Ikan Bakar Manokwari
    Sesuai dengan namanya, Ikan Bakar Manokwari adalah makanan khas Manokwari, Papua. Tidak seperti ikan bakar yang biasa kita temui di kebanyakan warung ataupun rumah makan, ikan bakar ini memiliki rasa khas yang bisa membuat lidah bergoyang karena tambahan sambal khas Papua yang disiramkan di atasnya. Ikan yang biasa dijadikan bahan masakan ini adalah ikan tongkol.



    32. Papeda
    Papeda atau bubur sagu, merupakan makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua. Makanan ini terdapat di hampir semua daerah di Maluku dan Papua. Papeda dibuat dari tepung sagu. Pembuatnya para penduduk di pedalaman Papua. Tepung sagu dibuat dengan cara menokok batang sagu. Pohon yang bagus untuk dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara tiga hingga lima tahun. Mula-mula pokok sagu dipotong. Lalu bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Dari sari pati ini diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu kemudian disimpan di dalam alat yang disebut tumang. Papeda biasanya disantap bersama kuah kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan dibumbui kunyit dan jeruk nipis.
    Makanan Khas Indonesia


    33. Kue Sagu
    Kue Sagu atau Bagea adalah kue yang berasal dari papua, bahan dasar pembuatan kue ini adalah tepung sagu. Kue sagu ini agak keras saat digigit tetapi kalau sudah ada di dalam mulut atau di celup ke air akan cepat lunak/ lembek.


    sumber : http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.co.id/2014/04/makanan-khas-indonesia.html

    Sumber referensi sederhana materi Pelajaran Prakarya dan Kewirausahan kelas XII, tema Pengolahan Makanan Khas Daerah di Indonesia

    Masakan Khas Sumatra - prakarya dan kewirausahaan -pengolahan - XII

    Minggu, 09 Agustus 2015

    Kurikulum Sekolah ADIWIYATA

    a. Gambaran Umum Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di Indonesia.
    Pada awalnya penyelenggaraan PLH di Indonesia dilakukan oleh Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta pada tahun 1975. Pada tahun 1977/1978 rintisan Garis‐garis Besar Program Pengajaran Lingkungan Hidup diujicobakan di 15 Sekolah Dasar Jakarta. Pada tahun 1979 di bawah koordinasi Kantor Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (Meneg PPLH) dibentuk Pusat Studi Lingkungan (PSL) di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, dimana pendidikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL mulai dikembangkan). Sampai tahun 2010, jumlah PSL yang menjadi Anggota Badan Koordinasi Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) telah berkembang menjadi 101 PSL. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departeman Pendidikan Nasional (Ditjen Dikdasmen Depdiknas), menetapkan bahwa penyampaian mata ajar tentang kependudukan dan lingkungan hidup secara integratif dituangkan dalam kurikulum tahun 1984 dengan memasukan materi kependudukan dan lingkungan hidup ke dalam semua mata pelajaran pada tingkat menengah umum dan kejuruan. Tahun 1989/1990 hingga 2007, Ditjen Dikdasmen Depdiknas, melalui Proyek Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) melaksanakan program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup; sedangkan Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) mulai dikembangkan pada tahun 2003 di 120 sekolah. Sampai dengan berakhirnya tahun 2007, proyek PKLH telah berhasil mengembangkan SBL di 470 sekolah, 4 Lembaga Penjamin Mutu (LPMP) dan 2 Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG).
    Prakarsa Pengembangan Lingkungan Hidup juga dilakukan oleh LSM. Pada tahun 1996/1997 terbentuk Jaringan Pendidikan Lingkungan yang beranggotakan LSM yang berminat dan menaruh perhatian terhadap Pendidikan Lingkungan Hidup. Hingga tahun 2010, tercatat 150 anggota Jaringan Pendidikan Lingkungan (JPL, perorangan dan lembaga) yang bergerak dalam pengembangan dan pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup. Sedangkan tahun 1998 – 2000 Proyek Swiss Contact berpusat di VEDC (Vocational Education Development Center) Malang mengembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup pada Sekolah Menengah Kejuruan melalui 6 PPPG lingkup Kejuruan dengan melakukan pengembangan materi ajar PLH dan berbagai pelatihan lingkungan hidup bagi guru‐guru Sekolah Menengah Kejuruan termasuk guru SD, SMP, dan SMA.
    Pada tahun 1996 disepakati kerjasama pertama antara Departemen Pendidikan Nasional dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup, yang diperbaharui pada tahun 2005 dan tahun 2010. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tahun 2005, pada tahun 2006 Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan program pendidikan lingkungan hidup pada jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui program Adiwiyata. Program ini dilaksanakan di 10 sekolah di Pulau Jawa sebagai sekolah model dengan melibatkan perguruan tinggi dan LSM yang bergerak di bidang Pendidikan Lingkungan Hidup.
    Sejak tahun 2006 sampai 2011 yang ikut partisipasi dalam program Adiwiyata baru mencapai 1.351 sekolah dari 251.415 sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se‐Indonesia, diantaranya yang mendapat Adiwiyata mandiri : 56 sekolah, Adiwiyata: 113 sekolah, calon Adiwiyata 103 sekolah, atau total yang mendapat penghargaan Adiwiyata mencapai 272 Sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) Se‐Indonesia. Dari keadaan tersebut di atas, sebarannya sebagaian besar di pulau Jawa, Bali dan ibu kota propinsi lainnya, jumlah/ kuantitas masih sedikit, hal ini dikarenakan pedoman Adiwiyata yang ada saat ini masih sulit diimplementasikan.
    Dilain pihak Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 02 tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata, belum dapat menjawab kendala yang dihadapi daerah, khususnya bagi sekolah yang melaksanakan program Adiwiyata. Hal tersebut terutama kendala dalam penyiapan dokumentasi terkait kebijakan dan pengembangan kurikulum serta, sistem evaluasi dokumen dan penilaian fisik . Dari kendala tersebut diatas, maka dianggap perlu untuk dilakukan penyempurnaan Buku Panduan Pelaksanaan Program Adiwiyata 2012 dan sistem pemberian penghargaan yang tetap merujuk pada kebijakankebijakan yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kemendikbud. Oleh karenanya diharapkan sekolah yang berminat mengikuti program Adiwiyata tidak merasa terbebani, karena sudah menjadi kewajiban pihak sekolah memenuhi Standar Pendidikan Nasional sebagaimana dilengkapi dan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.19 tahun 2005, yang dijabarkan dalam 8 standar pengelolaan pendidikan.
    Dengan melaksanakan program Adiwiyata akan menciptakan warga sekolah, khususnya peserta didik yang peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki karakter bangsa terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di daerah.
    B. Pengertian dan tujuan Adiwiyata
    ADIWIYATA mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita‐cita pembangunan berkelanjutan. Tujuan program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan
    C. Prinsip‐prinsip Dasar Program Adiwiyata
    Pelaksanaan Program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar berikut ini;
    1. Partisipatif: Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.
    2. Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif
    D. Komponen Adiwiyata :
    Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah;
    1. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
    2. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
    3. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
    4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan
    E. Keuntungan mengikuti Program Adiwiyata
    1. Mendukung pencapaian standar kompetensi/ kompertensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah.
    2. meningkatkan efesiensi penggunaan dana operasional sekolah melalui penghematan dan pengurangan konsumsi dari berbagai sumber daya dan energi.
    3. Menciptakan kebersamaan warga sekolah dan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif.
    4. Menjadi tempat pembelajaran tentang nilai‐nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar.
    5. Meningkatkan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup meIalui kegiatan pengendalian pencemaran, pengendalian kerusakan dan pelestarian fungsi lingkungan di sekolah.
    F. Target Pencapaian Program Adiwiyata sampai dengan 2014
    Sebagai upaya menanamkan nilai budaya dan peduli lingkungan di sekolah yang lebih banyak di wilayah Indonesia, maka perlu ditetapkan sebuah target pencapaiannya.

    Mengapa harus menjadi sekolah Adiwiyata? Pertanyaan itu muncul baik dari kalangan guru maupun siswa. Agar sekolah kita menjadi terkenal, celetuk seorang siswa. Agar sekolah kita menjadi lebih nyaman, timpal siswa yang lain. Agar sekolah kita menjadi lebih bagus dan bisa mendapat bantuan, ujar seorang guru. Agar kita bersih-bersih terus, kata seorang petugas kebersihan.
    Ya semuanya itu bisa benar, namun untuk lebih memahami mengapa SMAN 4 Tangerang harus menjadi sekolah Adiwiyata, kita harus mengetahui dulu apa itu Adiwiyata.
    ADIWIYATA adalah program terhadap sekolah yang mewujudkan sekolah berwawasan dan peduli lingkungan
    Ya peduli lingkungan, itu yang menjadi fokus program Adiwiyata. Kita semua mengetahui bahwa kerusakan lingkungan bumi kita sudah semakin masif dan mengancam kehidupan. Tingkat kadar CO2 di atmosfir sebagai akibat pencemaran udara sudah sangat mengkhawatirkan dan mengancam keutuhan bumi. Pemanasan global, cuaca ekstrim, pencairan es di kutub, naiknya permukaan air laut, kerusakan terumbu karang itu semua karena kadar emisi gas di atmosfir sudah melewati ambang batas aman, yaitu 350 ppm. Banjir, longsor, kemarau panjang dan hujan yang tidak menentu semua juga akibat kerusakan lingkungan yang diakbatkan oleh ulah manusia yang tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
    Menyelamatkan lingkungan yang sudah parah itu tidak dapat dilakukan oleh hanya satu-dua orang atau instansi, tapi oleh semua pihak. Kesadaran akan perlunya memelihara dan menyelamatkan lingkungan harus ditanamkan sejak dini pada setiap orang dan yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Itulah program sekolah Adiwiyata.
    Apa Itu ADIWIYATA ?
    Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna: Tempat yang baik dan ideal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.
    TUJUAN PROGRAM ADIWIYATA
    Menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga di kemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.
    Kegiatan utama diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Disamping pengembangan norma-norma dasar yang antara lain: kebersamaan, keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan, dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan sumber daya alam. Serta penerapan prinsip dasar yaitu: partisipatif, dimana komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran; serta berkelanjutan, dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komperensif.
    INDIKATOR DAN KRITERIA PROGRAM ADIWIYATA
    A. Pengembangan Kebijakan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan
    Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan maka diperlukan beberapa kebijakan sekolah yang mendukung dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendidikan lingkungan hidup oleh semua warga sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Program Adiwiyata yaitu partisipatif dan berkelanjutan.
    Pengembangan kebijakan sekolah tersebut antara lain:
    1. Visi dan misi sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
    2. Kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan lingkungan hidup.
    3. Kebijakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan non-kependidikan) di bidang pendidikan lingkungan hidup.
    4. Kebijakan sekolah dalam upaya penghematan sumber daya alam.
    5. Kebijakan sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat.
    6. Kebijakan sekolah untuk pengalokasian dan penggunaan dana bagi kegiatan yang terkait dengan masalah lingkungan hidup.
    B. Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan
    Penyampaian materi lingkungan hidup kepada para siswa dapat dilakukan melalui kurikulum secara terintegrasi atau monolitik. Pengembangan materi, model pembelajaran dan metode belajar yang bervariasi, dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang lingkungan hidup yang dikaitkan dengan persoalan lingkungan sehari-hari (isu local).
    Pengembangan kurikulum tersebut dapat dilakukan antara lain:
    1. Pengembangan model pembelajaran lintas mata pelajaran.
    2. Penggalian dan pengembangan materi dan persoalan lingkungan hidup yang ada di masyarakat sekitar.
    3. Pengembangan metode belajar berbasis lingkungan dan budaya.
    4. Pengembangan kegiatan kurikuler untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang lingkungan hidup.

    C. Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif
    Untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, warga sekolah perlu dilibatkan dalam berbagai aktivitas pembelajaran lingkungan hidup. Selain itu sekolah juga diharapkan melibatkan masyarakat disekitarnya dalam melakukan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat baik bagi warga sekolah, masyarakat maupun lingkungannya.
    Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:
    1. Menciptakan kegiatan ekstra kurikuler/kurikuler di bidang lingkungan hidup berbasis patisipatif di sekolah.
    2. Mengikuti kegiatan aksi lingkungan hidup yang dilakukan oleh pihak luar.
    3. Membangun kegiatan kemitraan atau memprakarsai pengembangan pendidikan lingkungan hidup di sekolah.
    D. Pengelolaan dan atau Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah
    Dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan perlu didukung sarana dan prasarana yang mencerminkan upaya pengelolaan lingkungan hidup, antara lain meliputi:
    1. Pengembangan fungsi sarana pendukung sekolah yang ada untuk pendidikan lingkungan hidup.
    2. Peningkatan kualitas penge-lolaan lingkungan di dalam dan di luar kawasan sekolah.
    3. Penghematan sumberdaya alam (listrik, air, dan ATK).
    4. Peningkatan kualitas pelayanan makanan sehat.
    5. Pengembangan sistem pengelolaan sampah.

    Rabu, 05 Agustus 2015

    Buku Siswa prakarya dan Kewirausahaan kelas XI semester 1 kurikulum 2013


    Secara umum, jenis bahan dasar produk kerajinan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu produk kerajinan dari bahan lunak dan produk kerajinan dari bahan keras. Beberapa kerajinan bahan lunak serta pengemasannya akan diuraikan secara singkat pada penjelasan berikut ini. Namun, materi yang diuraikan disini merupakan contoh saja, kamu dapat mempelajarinya sebagai pengetahuan dan diharapkan dapat mengeksplorasi pengetahuan lainnya sebagai bahan pengayaan.

    Anda siswa SMA/SMK Kelas XI butuh buku E-Booknya, Silahkan download di:
     Download



    Buku Paket Prakarya dan keirausahaan Kelas XII kurikulum 2013

     
    Silahkan download filenya di sini:  

    Senin, 03 Agustus 2015

    Materi Otomatisasi perkantoran Jilid 1

    KATA PENGANTAR

    Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi sikap,
    pengetahuan dan keterampilan secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar
    dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran mencakup kompetensi
    dasar kelompok sikap, kompetensi dasar kelompok pengetahuan, dan kompetensi
    dasar kelompok keterampilan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti
    rumusan tersebut.

    Pembelajaran kelas X jenjang Pendidikan Menengah Kejuruan yang disajikan
    dalam buku ini juga tunduk pada ketentuan tersebut. Buku siswa ini diberisi materi
    pembelajaran yang membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan
    dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasai secara kongkrit dan abstrak, dan
    sikap sebagai makhluk yang mensyukuri anugerah alam semesta ya dikaruniakan kepadanya melalui pemanfaatan yang bertanggung jawab.

    Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai
    kompetensi yang diharuskan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam
    kurikulum 2013, siswa diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang
    tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk
    meningkatkan dan menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan
    buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatankegiatan
    lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan
    alam.

    Buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan. Untuk
    itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran, dan masukan
    untuk perbaikan dan penyempurnaan. Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan
    terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan
    dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia
    Merdeka (2045)

    Depok, Desember 2013

    Penyusun