468x60 Ads

Selasa, 01 Maret 2016

Cara Membuat Parfum Sendiri

Cara Membuat Parfum Sendiri
4 Bagian:Memahami Ilmu Pembuatan ParfumMengetahui Peralatan yang DibutuhkanMenggunakan Bunga, Daun, dan Rempah SegarMenggunakan Minyak Esensial
Berminat membuat wewangian yang bisa mewakili pribadi Anda? Atau mungkin sedang mencari ide bingkisan unik buatan sendiri? Anda bisa membuat wewangian istimewa dengan bahan-bahan yang dibeli di toko kelontong.
Iklan


Bagian 1 dari 4: Memahami Ilmu Pembuatan Parfum
1
Ketahui perbedaan tiap not. Parfum merupakan campuran berbagai wewangian dari tingkatan berbeda, disebut juga not. Saat Anda menyemprotkan wewangian ke kulit, not-not ini akan terlontar dalam urutan berikut: [1]
Not atas atau top note, adalah wangi yang tercium pertama kali. Not ini jugalah yang akan menghilang lebih awal, biasanya dalam waktu 10-15 menit. [2]
Not tengah atau middle note akan menguar ketika not atas lenyap. Inilah wangi inti, yang menentukan golongan parfum tersebut—contohnya keharuman oriental, kayu-kayuan atau woody, kesegaran atau fresh, dan bunga-bungaan atau floral. [3]
Not dasar atau base notes menonjolkan dan memperkuat not tengah. Orang menyebutnya tema parfum. Not ini merupakan dasar wewangian, yang memungkinkan wanginya bertahan 4-5 jam di kulit Anda.[4]
Iklan


2
Kenali not atas yang banyak digunakan. Termasuk ke dalam not atas yang populer adalah basil, bergamot, buah anggur, lavendel, lemon, jeruk nipis, mint, bunga jeruk atau neroli, rosemary, dan jeruk manis.[5][6]
3
Kenali not tengah yang banyak digunakan. Termasuk di dalamnya adalah lada hitam, kapulaga, kamomil, kayu manis, cengkeh, cemara jarum, melati, juniper, serai, neroli, pala, mawar, sonokeling atau rosewood, dan ylang-ylang. [7][8]
4
Kenali not dasar yang banyak digunakan. Termasuk di dalamnya adalah kayu cedar, cypress, jahe, nilam, pinus, cendana, vanili, dan vetiver. [9][10]
5
Ketahui perbandingan campuran not. Untuk membuat campurannya, pertama-tama masukkan not dasar, lalu not tengah, dan terakhir not atas. Perbandingan idealnya adalah 30% not atas, 50% not tengah, dan 20% not dasar.[11]
Beberapa pembuat parfum menyarankan untuk mengombinasikan maksimal 3 sampai 4 not dominan.[12]
6
Ketahui resep dasar. Untuk membuat parfum, sekadar mengetahui not atas, tengah, dan bawah belumlah cukup. Anda juga harus menambahkan bahan lainnya.
Proses pembuatan parfum diawali dengan mempersiapkan minyak pembawa (carrier oil). Minyak pembawa yang banyak digunakan antara lain jojoba, almon manis, dan biji anggur. [13]
Lalu, tuangkan not dasar, tengah, dan atas ke dalam minyak pembawa. Tuangkan perlahan-lahan.
Terakhir, masukkan pelarut untuk mencampur seluruh bahan. Alkohol banyak menjadi pilihan karena cepat menguap dan membantu menyebarkan not parfum. [14] Plihan lain yang tak kalah populer di kalangan pembuat parfum skala rumah tangga adalah vodka berkualitas tinggi dengan kadar alkohol 40%-50%.
Jika ingin membuat parfum padat (mirip lip balm), ganti bahan pencampur dari alkohol atau air suling menjadi lilin lebah.
7
Cari tahu kandungan parfum favorit Anda. Jika Anda masih belum yakin tentang bagaimana susunan parfum seharusnya, perhatikan saja bahan-bahan yang menyusun aroma parfum yang dijual bebas.
Jika masih sulit menemukan bahan penyusun atau not-not parfum, kunjungi situs jaringan Basenotes. Situs jaringan tersebut adalah narasumber lengkap untuk mengetahui not dalam parfum-parfum terkenal.[15]
Iklan


Bagian 2 dari 4: Mengetahui Peralatan yang Dibutuhkan
1
Siapkan wadah kaca buram. Penggunaan wadah kaca buram banyak disarankan karena mampu melindungi parfum dari cahaya. Paparan cahaya akan menurunkan daya tahannya.
Pastikan wadah tersebut tidak pernah digunakan untuk menyimpan makanan. Aroma makanan yang tersisa akan mencemari parfum.
Akan tetapi, lain halnya jika Anda memang berniat menggunakan aroma yang tertinggal dalam wadah kaca tersebut. (Peringatan: parfum yang mengombinasikan aroma kacang-butter-pisang-cokelat mungkin terasa lebih lezat dari yang tercium).
2
Siapkan minyak pembawa. Minyak pembawa akan memindahkan wangi parfum ke kulit Anda. Biasanya minyak pembawa tidak berbau dan berguna untuk mengencerkan minyak jenuh dan aromatik, yang bisa mengiritasi kulit.
Silakan menggunakan sembarang minyak sebagai minyak pembawa. Anda bahkan bisa menggunakan minyak zaitun jika tidak bermasalah dengan baunya.
Seorang pembuat parfum kenamaan merebus kelopak mawar ke dalam minyak zaitun murni dengan api kecil, lalu mencampurkan minyak vitamin E untuk menstabilkan larutan. [16]
3
Siapkan alkohol dengan konsentrasi setinggi mungkin. Pilihan yang jamak digunakan oleh mereka yang membuat parfum sendiri adalah vodka kualitas tinggi berkadar alkohol 40%-50%. Pembuat parfum lainnya lebih suka menggunakan yang berkadar alkohol 95%.
Pilihan populer untuk alkohol 95% meliputi alkohol anggur netral dan Everclear yang lebih murah. Everclear sendiri merupakan spiritus gandum. [17]
4
Pilih wangi yang Anda suka. Parfum bisa diciptakan dari berbagai jenis bahan. Aromatik yang biasa dipilih untuk parfum meliputi minyak esensial, kelopak bunga, daun, dan rempah.
5
Tentukan cara yang hendak digunakan. Cara membuat parfum bervariasi, tergantung bahan yang dipakai. Dua aromatik yang biasa dimanfaatkan untuk pembuatan parfum adalah bahan dari tumbuhan (bunga, daun, dan rempah) dan minyak esensial. Caranya berbeda-beda untuk masing-masing aromatik tersebut.
Iklan


Bagian 3 dari 4: Menggunakan Bunga, Daun, dan Rempah Segar
1
Ambil wadah yang terbuat dari kaca bening. Jenis wadah tidak terlalu penting, tetapi pastikan wadah tersebut a) bersih dan b) terbuat dari kaca. Wadah itu nantinya harus ditutup rapat.
Para pembuat parfum biasanya menyarankan penggunaan kaca gelap untuk menjaga ketahanan aroma wewangian dengan melindunginya dari paparan cahaya.
Hindari penggunaan wadah yang sebelumnya dipakai untuk menyimpan makanan. Sekalipun wadah itu sudah dicuci bersih, bau makanan mungkin masih tersisa di kaca.
2
Gunakan minyak yang tidak berbau menyengat. Pilihan yang banyak digunakan mencakup minyak jojoba, minyak almon, dan minyak biji anggur.

3
Kumpulkan bunga, daun, atau rempah yang baunya Anda suka. Pastikan Anda mengumpulkannya saat wanginya masih sangat kuat. Bahan tersebut akan diangin-anginkan hingga layu dan akhirnya justru menyisakan sedikit wangi. [18]
Silakan mengumpulkan dan mengeringkan bahan lebih banyak dari yang Anda butuhkan. Siapa tahu nantinya Anda ingin menambahkan lebih banyak untuk memperkuat wangi minyak.
4
Singkirkan bagian yang tidak terpakai. Jika menggunakan bunga, hanya ambil kelopaknya. Jika menggunakan daun atau rempah, singkirkan saja batang atau apa pun yang bisa mencemari wanginya.
5
Lumat bahan-bahan tersebut. Langkah ini tidak wajib, tetapi mampu mengeluarkan wangi lebih banyak. Anda hanya perlu menekankan sendok kayu secara perlahan pada bahan-bahan tersebut.

spaceplay / pause escstop ffullscreen shift + ←→slower / faster (latest Chrome and Safari)
↑↓volume mmute
←→seek  . seek to previous 12…6 seek to 10%, 20%, …60%

6
Tuangkan sedikit minyak ke dalam wadah kaca. Tak perlu banyak-banyak, asalkan cukup untuk merendam seluruh bunga/daun/rempah.

spaceplay / pause escstop ffullscreen shift + ←→slower / faster (latest Chrome and Safari)
↑↓volume mmute
←→seek  . seek to previous 12…6 seek to 10%, 20%, …60%

7
Tambahkan bahan ke dalam minyak dan tutuplah. Pastikan wadah tertutup rapat.
8
Simpan wadah di tempat yang dingin dan gelap selama 1 hingga 2 minggu.
9
Buka dan tiriskan. Ulangi langkah ini beberapa kali. Jika setelah 1-2 minggu ini aroma minyak belum sekuat keinginan Anda, silakan ambil bahan di dalam wadah tersebut dan masukkan bahan baru ke dalam minyak yang sudah mulai wangi itu. Simpan kembali.
Proses ini bisa diulang selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan hingga wangi yang menguap mencapai kekuatan yang diinginkan.
Pastikan untuk tetap mempertahankan minyaknya. Anda hanya perlu membuang bagian tumbuhan yang telah direndam lama tersebut.
10
Awetkan minyak yang sudah wangi itu. Jika Anda sudah puas dengan wangi yang dihasilkan, Anda bisa menambahkan 1 atau 2 tetes pengawet alami seperti vitamin E atau ekstrak biji anggur ke dalamnya supaya lebih tahan lama. [19]
Jika Anda ingin memadatkan minyak tersebut, tambahkan saja sedikit lilin. Lelehkan sedikit lilin menggunakan microwave, lalu campurkan ke dalam parfum. Kemudian, tuangkan seluruh campuran tersebut ke wadah hingga dingin dan padat.
Iklan


Bagian 4 dari 4: Menggunakan Minyak Esensial

1
Siapkan semua bahan. [20] Berikut bahan yang Anda butuhkan:
2 sdm minyak pembawa (bisa minyak jojoba, almond, atau biji anggur)
6 sdm alkohol kadar 50-95%
2,5 sdm air, gunakan air mineral atau suling, bukan air leding
30 tetes minyak esensial (setidaknya satu jenis minyak untuk masing-masing not: dasar, tengah, dan atas)
Saringan kopi atau teh
Corong
2 wadah kaca yang bersih
2
Tuangkan 2 sdm minyak pembawa ke dalam botol kaca.
3
Masukkan minyak esensial. Secara total ada 30 tetes yang harus Anda masukkan. Mulailah dari not dasar, lalu tengah dan terakhir atas. Perbandingan idealnya adalah 20% dasar, 50% tengah, dan 30% atas.
Perhatikan wewangian yang Anda tambahkan. Jika salah satu wewangian beraroma sangat keras, tambahkan sedikit saja sehingga tidak mengalahkan lainnya.
4
Tambahkan alkohol. Gunakan alkohol kualitas bagus dengan kadar tinggi. Vodka banyak digunakan oleh mereka yang membuat parfum sendiri.
5
Diamkan parfum tersebut selama paling sedikit 48 jam. Matikan cahaya dan diamkan agar proses pembuatan parfum selesai sekitar 48 jam. Anda bisa membiarkannya maksimal 6 minggu, yaitu saat wanginya menguap sangat kuat. [21]
Periksa botol secara teratur untuk memeriksa perkembangan wewangian Anda.
6
Tambahkan 2 sdm air mineral. Setelah merasa puas dengan wewangian yang dihasilkan, tambahkan 2 sdm air mineral ke parfum Anda.
7
Kocok botol kuat-kuat. Lakukan selama semenit hingga semua bahan tercampur sempurna.

8
Pindahkan parfum ke botol lain. Dengan saringan kopi dan corong, tuangkan parfum ke botol kaca berwarna gelap. Pastikan botol dalam keadaan bersih. Anda juga bisa memindahkannya ke botol dengan bentuk khusus jika berniat menjadikannya hadiah.
Anda bisa menambahkan label di botol yang mencantumkan bahan dan tanggal pembuatannya untuk memudahkan pemeriksaan terhadap daya tahannya. Dengan demikian, Anda bisa memperkirakan seberapa banyak Anda harus membuatnya kelak.
9
Cobalah membuat variasi. Untuk membuat parfum padat (seperti lip balm), caranya sama seperti pembuatan parfum semprot atau cair, tetapi gantilah air dengan lilin lebah cair. Masukkan lilin lebah ke parfum dan tuangkan campuran yang masih hangat tersebut ke wadah untuk dipadatkan.
Lilin lebah bisa dibeli di banyak toko makanan.
Iklan


Tips
Jangan berlebihan saat membuat wewangian. Cium setiap bahan dan pikirkan baik-baik apakah hasil percampurannya akan berbau enak. Mencampurkan terlalu banyak not dapat mengacaukan wewangian.
Bersihkan wadah kaca dengan air yang sangat panas. Lalu, letakkan pada loyang dan masukkan ke oven bersuhu 110 derajat Celsius. [22]
Pertimbangkan membuat wewangian sesuai dengan makanan dan minuman favorit Anda—misalnya, Anda bisa membuat parfum chai dengan minyak kayu manis, minyak jeruk manis, minyak cengkeh dan minyak kapulaga.[23] Contoh lainnya, wewangian pai labu yang mengandung minyak esensial berikut: kayu manis, cengkeh, jahe, pala, vanila dan jeruk.
Iklan

 


Peringatan
Hindari mencampurkan jus buah ke dalam parfum. Parfum justru akan menggumpal atau berbau busuk. Selain itu, jeruk bersifat phototoxic. Artinya, segala sesuatu yang mengandung jus lemon akan membakar kulit Anda saat terpapar matahari.

Pengolahan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Produk Kosmetik - Pengolahan- XI

Pengolahan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Produk Kosmetik

A. Produk Kosmetik

     Kecantikan adalah salah satu anugrah tuhan yang tidak ternilai. kita sebagai mahluk yang diberi kehidupan dengan tubuh yang utuh dan
 lengkap . Salah satu cara menjaga , merawat dan memelihara kecantikan adalah dengan menggunakan produk kosmetik.

Hasil gambar untuk kosmetik
1. Pengertian Produk Kosmetik

      Kosmetik sudah dikenal orang sejak zaman dahulu . Di mesir , 3000 tahun sebelum masehi telah digunaan berbagai bahan alami untuk kosmetik , baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Di Indonesia sendiri sejarah tentang kosmetologi telah dimulai jauh sebelum zaman penjajahan belanda.
      Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan untuk di gosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikan atau disemprotkan. Produk kosmetik adalah produk yang di manfaatkan pada bagian luar tubuh manusia dengan tujuan untuk perawatan/pemeliharaan.

2. Aneka Jenis Produk Kosmetik

      Menurut Food, Drug and Cosmetic Act (FD & C Act) penggunaan kosmetik lebih ditunjukan untuk membersihkan , meningkatkan kecantikan atau meningkatkan daya tarik dan mengubah penampilan bukan untuk menangani penyakit kulit. berdasarkan di ataas yang termasuk kosmetik adalah pelembab kulit, masker , lulur , parfum , lipstik , cat kuku , makeup mata dan muka , shampo . cat rambut , sediaan cairan pengkriting , pasta gigi dan deodoran.

Penggolongan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI berdasarjan kegunaan dan lokalisasi pemakaian pada tubuh, kosmetika digolongkan menjadi 13 golongan.

 1. Preparat untuk bayi                    : minyak bayi, bedak bayi, dan lain-lain
 2. Preparat untuk mandi                 : minyak mandi, bath capsules, dan lain-lain
 3. Preparat untuk mata                    : maskara, eye shadow, dan lain-lain
 4. Preparat wangi-wangian             : parfum, toilet water , dan lain-lain
 5. Preparat untuk rambut                : cat rambut, hairspray, pengering rambut dan lain-lain
 6. Preparat pewarna rambut            : cat rambut, Hair bleach, dan lain-lain
 7. Preparat Makeup (kecuali mata) : lipstik, rogue, bedak muka , dan lain-lain
 8.Preparat untuk kebersihan mulut : mouth washes, pasta gigi, breath freshener, dan lain lain

Penggolongan kosmetik berdasarkan kegunaannya yaitu:

1. Higiene tubuh        = sabun, shampo , cleansing.
2. Rias                        = makeup, hair color
3. Wangi-wangian     = deodoran, parfum , after shave
4. Proteksi/Pelindung = sunscreen dan lain lain

3. Kandungan dan Manfaat Bahan Nabati/Hewani Sebagai Produk Kosmetik

       Bahan nabati dan hewani memili kandungan dan manfaat / khasiatnya masing-masing . berikut ini uraian bahan nabati dan hewani yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kosmetik

a. Pisang ( Musa Paradisiaca)

Hasil gambar untuk pisang          Pisang adalah tumbuhan berukuran besar dan berdaun lebar memanjang berasal dari suku musaceae. Kandungan gizi yang terdapat pada pisang matang adalah 99 kalori, 1,2 g protein, 0,2 g lemak, 25,8 mg karbohidrat, 0,7 serat, 8 mg kalsium, 28 mg fosfor, 0,5 mg zat besi, 44 RE vitamin A, 0,08 mg vitamin B , 3 mg vitamin C , dan 72 g air.

        Berikut manfaat pisang untuk merawat kecantikan antara lain:
              1. melembabkan kulit
              2. menghilangkan bekas jerawat atau cacar
              3. menghaluskan tangan dan kaki
              4. menghaluskan kulit wajah

b. Wortel (Solanum cycioursicum)

             Wortel mengandung vitamin A, likopen , falcarinol, berhasiat untuk mencerahkan kulit,menghilang kan bercak/flek hitam. serta mencegah kanker.

c. Alvokad (Persea americana)

            Alpukat mengandung vitamin E , vitamin K , zat besu, sterolius, minyak. berhasiat sebagai pelembut dan pelembab alami untuk wajah , serta mengurangi penuaan dini.

d. Papaya (Carica papaya)

            Papaya termasuk salah satu buah yang mengandung vitamin C. yaitu 48 x lipatnya dari vitamin C buah apel , papaya berfungsi sebagai detoksifikasi yang meremajakan kulit wajah dari dalam, juga mampu mengangkat sel kulit mati dan mencegah kerut wajah, papaya mengandung papain, berkhasiat mengurangi peradangan, menghilangkan bekas jerawat, dan memutihkan kulit.

e. Lidah Buaya (Aloe Vera)

            Lidah buaya mengandung eksudat, aloe emoedyn, glikoida, vitamin dan mineral , berkhasiat untuk mencerahkan kulit , mengurangi bekas jerawat dan luka , melawan ketombe, mendinginkan kulit kepala, mencegah kerontokan rambut.


4. Teknik Proses Produksi Kosmetik

a. Destilasi/penyulingan
     Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan kecepatan/kemudahan menguap/volatilitas bahan atau teknik pemisahan kimia berdasarkan perbedaan titik didih.

b. Saponifikasi
     Saponifikasi  adalah  pencampuran  minyak/lemak
dengan basa kuat (KOH/NaOH). Contoh produk
kosmetik : Sabun

c. Penghancuran, sedimentasi/pengendapan, pengeringan.
    Contoh produk kosmetik : Masker, Lulur

d. Pencampuran
    Contoh produk kosmetik : Shampo

B.  Pembuatan Bahan Nabati Menjadi Masker Bengkuang
     Istilah masker wajah tidak asing bagi kita. Sebagian besar kita menggunakan masker wajah untuk
hal-hal berikut.

Hasil gambar untuk kosmetik masker bengkoanga. Membersihkan dan memperbaiki pori-pori kulit
b. Membersihkan kotoran dan minyak pada lapisan kulit
yang lebih dalam, serta mengangkat sel-sel kulit mati
c. Mengurangi iritasi kulit
d. Menimbulkan perasaan sejuk dan nyaman pada kulit
e. Menghaluskan lapisan luar kulit
f.  Sebagai pelembap dan penyegar kulit


1.  Bahan Pembuatan Masker Bengkuang

   Bengkuang adalah umbi berwarna putih dengan bentuk seperti gasing. Bengkuang dikenal bisa membersihkan dan memutihkan kulit dan menghilangkan bintik-bintik hitam pada wajah. Buah ini sangat baik bagi kulit karena mengandung vitamin B1, vitamin C, pachyrhizon, fosfor, dan kalium.

2.  Alat- Alat yang Digunakan dalam Pembuatan Masker Bengkuang

    Alat-alat yang digunakan pada pembuat masker bengkuang antara lain seperti berikut.

a. Pisau
b. Parutan
c. Saringan
d. Baskom
e. Gelas ukur
f.  Alat pengering

3.  Proses Pembuatan Masker Bengkuang

     Langkah kerja pembuatan masker bengkuang adalah sebagai berikut.

a. Persiapan alat dan bahan
b. Bengkuang dicuci sampai bersih dengan air mengalir, kemudian kupas kulitnya.
c. Bengkuang yang telah dikupas, kemudian diparut hingga halus.
d. Bengkuang yang telah diparut dicampurkan dengan air sampai filtratnya terekstrak semua. Lalu           disaring dengan menggunakan saringan.
e. Hasil saringan diendapkan selama ± 1 jam.
f. Endapan yang telah terbentuk dikeringkan menggunakan sinar matahari.
g. Hasil pengeringan dikemas menggunakan kantong kertas atau bisa mengggunakan kantong plastik.


C.  Penyajian dan Kemasan Produk Kosmetik

    Umumnya, produk kosmetik dikemas dengan bahan kaca,  plastik,  aluminium,  dan  bagian  luarnya  dimodifikasi dengan bahan alami seperti kelobot jagung. Bentuknya pun beraneka ragam, bisa disesuaikan dengan bahan bakunya.

D.  Perawatan Produk Kosmetik

      Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat produk kosmetik adalah sebagai berikut.
1. Tutup rapat kemasan setelah selesai menggunakannya dan letakkan pada tempat yang sejuk.
2. Gunakan kuas atau spons saat menggunakan kosmetik
3. Bersihkan wajah dan pastikan wajah dalam keadaan kering saat akan merias wajah.
4. Pastikan tangan dalam keadaan bersih dan kering jika harus menyentuh produk kosmetik.

E.  Wirausaha Produk Kosmetik

1.  Promosi Perencanaan Produk Kosmetik

     Untuk mengomunikasikan produk ini perlu disusun strategi yang disebut dengan strategi promosi, yang terdiri atas empat komponen utama, antara lain:
a. Periklanan (advertising)
b. Promosi penjualan (sales promotion)
c. Penjualan Tatap Muka (Personal Selling)
d. Publisitas atau Hubungan Masyarakat

2.  Langkah-Langkah Melakukan Wirausaha

Beberapa hal yang harus dipersiapkan saat akan mendirikan usaha, yaitu mencakup hal-hal berikut.
a. Nama perusahaan
b. Lokasi perusahaan
c. Jenis usaha
d. Perizinan usaha
e. Sumber daya manusia
f.  Aspek produksi
g. Aspek pemasaran

3.  BEP (Break Event Point) Usaha Pembuatan Produk Kosmetik

     BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian modal atau investasi suatu kegiatan usaha atau sebagai penentu batas pengembalian modal. BEP produksi dan BEP harga
dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
BEP Produksi  = Total Biaya/Harga Penjualan
BEP Harga      =  Total Biaya/Total Produksi

contoh :

Dik :
a. Biaya Produksi = Rp 190700,-/paket,
b. Total Produksi = 120 bungkus per paket
c. Harga Produk = Rp 5000 per bungkus
maka:
BEP Produksi  =  Rp 190.700,00/Rp 5.000,00
                        = 38 bks
BEP Harga      = Rp 190.700/120 Bks
                        = Rp 1.600/bks


Referensi
- Buku Pegangan Siswa Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas 11 Kurikulum 2013

Jumat, 15 Januari 2016

Mengenal Macam Dan Jenis-Jenis Kain

senin, 12 januari 2015

KURTILAS (KURIKULUM 2013)

Kerajinan
Mengenal Macam Dan Jenis-Jenis Kain

Kita semua tentu sudah mengetahui apa itu kain. Namun, tidak semua orang memahami tentang macam kain serta jenis-jenis kain. Setiap kita membeli baju terkadang hanya melihat bentuk warna serta label harganya saja. Jika cocok dan kita suka langsung kita ambil tanpa berpikir bahan kain apa yang digunakan untuk baju tersebut.


Terkadang untuk kondisi dan cuaca tertentu jenis kain akan mempengaruhi penampilan seseorang. Di cuaca yang sangat panas seseorang akan kelihatan aneh jika memakai pakaian yang berbahan dasar kain wools, atau jenis kain yang berat dan tebal. Dan begitu juga sebaliknya.

Karena itulah penting kita mengetahui macam dan jenis-jenis kain secara lengkap yang ada di pasaran.
Selain fungsinya sebagai bahan pakaian, kain juga menjadi salah satu bahan dasar kerajinan yang paling banyak dipakai.  Jenis kerajinan ini misalnya seni kerajinan aksesoris bando batik, anting pita batik dan sebagainya.

Jenis-jenis kain terbilang sangat banyak sekali. Namun, secara umum dapat di kelompokkan menjadi beberapa jenis seperti yang belajar kreatif uraikan dibawah ini.

  • Kain Blacu adalah jenis kain yang terbuat dari bahan dasar kapas. Kain ini sangat fleksibel sehingga sangat mudah dibentuk menjadi aneka bentuk kreasi serta ditambahkan hiasan apapun. Kain satu ini juga merupakan jenis kain ramah lingkungan karena bahan dasarnya yang alami. Kain blacu dapat ditemukan dengan mudah, salah satunya digunakan sebagai pembungkus tepung terigu.
  • Kain Wools merupakan salah satu jenis kain yang cukup berat dan biasa digunakan sebagai bahan dasar pakaian hangat atau sweater
          .
           Jika dirawat dengan benar, kain wools memiliki keunggulan tertentu, yaitu lebih awet.
    • Kain Katun merupakan salah satu jenis kain hasil rajutan (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE.Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu. Bahan katun combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami. Bahan combed berkarakteristik memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di Negara tropis seperti Indonesia. Kain Combed memiliki serat benang yang lebih halus dan rata sehingga penampilannya akan menjadi lebih halus , rata dan rapih. Ada beberapa jenis kain combed yang ada di pasaran. Hal ini dibedakan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasinya (gr/m2). Bahan Katun lainnya adalah katun Caded dimana pada katun caded serat benangnya kurang halus dan rajutannya pun kurang rata.

    • Keunggulan:
      1. Tidak kisut apabila dicuci
      2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
      3. Mudah disablon
      4. Menyerap keringat.
      5. Tidak berbulu
      • Katun Kombed (Combed Cotton)
      Adalah jenis kain katun yang diproduksi dengan finishing disisir (combed) dengan tujuan agar serat-serat kapas halus dapat dipisahkansehingga kain yang dihasilkan lebih halus dan tidak berbulu. Kain katunkombed tersedia dalam dua ukuran yaitu 20s dan 30s.
      Kain jenis ini biasa digunakan untuk bahan kaos distro-distro bandung.
      Katun Kombed 20s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 20s. Katun Kombed 30s adalah kain katun kombed yang terbuat dari benang yang berukuran 30s. Kain katun kombed 20s lebih tebal daripada 30s. Sehingga kain katun 30s lebih lemes daripada kain katun 20s.
      • Katun Karded
      Berbeda dengan kain katun kombed, kain katun karded tidak disisir pada proses finishing pembuatannya. Oleh karena itu masih terdapatserat-serat kapas halus yang tersisa. Tetapi meskipun begitu kain katunkarded memiliki keunggulan harga yang lebih murah dibandingkan kain katun kombed.

      Pada kain katun karded hanya terdapat ukuran 20s.
      Perbedaan antara kain katun kombed dan karded yang ada di pasaran adalah kain katun kombed lebih tebal daripada kain katun karded.
    • Kain PE merupakan kain yang memiliki kesamaan dengan kain katun. Namun, dari segi kualitas, jenis kain ini masih satu tingkat dibawah kain katun. Bahan dasar kain PE adalah benang polyester. 
    • Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun.Bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE jugatersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike.Untuk kain kaos yang berbahan dasar PE bentuk dan teksturnya hampirmirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (cotton). Cara mudahmembedakannya adalah kain PE apabila dibakar maka baunya sepertiplastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.
    • Keunggulan:Murah
    • Kelemahan:

       
    1. Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur.
    2. Pada jenis PE untuk bahan sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.

    • Kain Akrilit, Bahan untuk membuat kemeja. Biasanya dikombinasikan dengan rompi berbahan light weight wools
                  
    • Light weight wools, Di kepala Anda, kain wol mungkin langsung identik dengan bahan yang berat. Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini agak ‘bandel’ alias tahan banting (awet).
    • Kain Chiffon merupakan jenis kain yang sangat ringan. Bahan dasar kain chiffon adalah katun, sutera, atau fiber sintetis.
              
    • Kain Ceruti merupakan salah satu jenis kain yang mirip dengan chiffon dengan cirri khas keduanya yang sama-sama tipis. Kain ceruti lebih sering digunakan sebagai bahan jilbab atau hijab.
    • Kain Flannel merupakan salah satu jenis kain yang dibuat dari bahan dasar serat wol, tanpa ditenun. Kain ini memiliki tekstur yang agak tebal, namun sangat lembut dan lentur sehingga mudah dibentuk apa saja
              .
    • Kain Satin merupakan jenis kain yang memiliki permukaan mengkilap serta licin, namun bagian belakangnya suram.
             
    • Kain Rayon. Dalam industry tekstil, kain satu ini dikenal dengan sebutan rayon viskosa atau sutra buatan. Rayon merupakan jenis kain yang biasanya tampak berkilau dan tidak mudah kusut. Khusus di Indonesia, kain rayon merupakan bahan baku untuk industry kain baju batik.
              
    • Kain Sutra merupakan jenis bahan yang sangat ringan dan memiliki tekstur yang sangat lembut sehingga harus berhati-hati dalam penjahitan maupun perawatan lain, misalnya pencucian dan penyetrikaan
                   .
    • Kain Denin merupakan kain tekstur kasar dan memiliki cirri khas tertentu,Tidak ada yang tidak mengenal dan sayang pada jenis bahan satu ini. Denim alias bahan jeans, dicintai semua kalangan. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang dan "belel".
    • Kain Lycra/Viscose. Bahan  merupakan bahan yang sering dipergunakan dalam pakaian-pakaian model busana pesta, casual wear, lingerie, underwear, sampai jaket sebab halus dan licin serta lentur. Bahan ini terbuat dari serat kayu (Eucalyptus-sejenis pohon pinus). 
              Ciri2 viscose :
    1. Terasa lembut dan dingin di kulit;
    2. Bahannya jatuh, tidak kaku dan warnanya mengkilat;
    3. Menyerap keringat;
    4. Bahan/ pakaian akan rusak apabila direndam dengan diterjen lebih dari 1 jam;
    5. Bisa dicuci atau di dry clean.

    • SpandexJenis kain spandex muncul sejak jaman perang dunia ke-II, saat itu para ilmuwan mengembangkan bahan alternatif pengganti karet seperti polyurethane dan nylon. Pada tahun 1962 Dupont berhasil membuat jenis kain yang lebih ringan, elastis dan fleksibel yang diberi nama Lycra yang saat ini populer dengan nama Spandex.Katun spandex adalah jenis kain katun yang terdiri dari campuran bahan kain katun atau kapas dengan polyurethane.
    • Ciri-ciri kain spandex yang paling menonjol adalah sifatnya yang lebih elastis. Kain spandex biasanya lebih tipis tetapi lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan kain katun biasa. Semakin tinggi persentase spandex (polyurethane) maka pakaian jenis ini akan semakin ketat. Sehingga kain spandex ini cocok untuk pakaian olahraga seperti, pakaian renang, pakaian untuk olahraga sepeda dan kostum tari. Tidak jarang jenis kain spandex juga digunakan sebagai bahan pakaian dalam seperti kaos, bra, kaus kaki dan legging.Keuntungan kaos dengan bahan spandex adalah dapat dipakai dalam berbagai situasi, terlebih untuk orang yang banyak bergerak. Karena kain kaos spandex nyaman dipakai meskipun kita aktif bergerak. Kebebasan dalam bergerak ini sering tidak didapati ketika kita memakai pakaian dari bahan denim atau kulit. Selain itu kaos spandex bisa lebih bisa mempertahankan bentuk aslinya sehingga lebih tahan lama dibandingkan kain lainnya. 
    • CashmereBahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus. Tapi perhatikan dulu, tidak sembarang cuci, karena mencucinya pun dilakukan dengan shampoo.
            
       
    • JerseyUntuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak dilihat. Bahan ini biasanya dipakai pada seragam bola.
    • Sifon,Jenis kain ini terbuat dari bahan dasar kapas, sutra dan serat sintetis.  Jenis kain ini memiliki sifat tipis, licin dan panas ketika digunakan untuk bahan kerudung jika tidak ada kombinasi lain dalam desain kerudung itu sendiri, biasanya kain jenis ini dalam pemakaian nya di ikuti oleh ciput dari bahan kaos. Meskipun demikian bahan kain  ini cukup banyak di gemari oleh kaum hawa karena sifatnya yang ringan dan nge-flow. Kain sifon juga mempunyai banyak jenis diantaranya sifon polos (yang biasanya terbuat dari bahan polyster /minyak bumi) dan jenis sifon cerutti (dari bahan sutra). Bahan kain ini selain di gunakan untuk bahan kerudung, kain ini juga di gunakan untuk bahan dasar membuat pakaian wanita.  Bahan ini paling sering dipergunakan untuk membuat kerudung.
    Selain jenis-jenis kain diatas, masih banyak lagi macam dan jenis kain lainya yang ada. Namun, secara umum jenis diatas sudah mewakili